pertanyaan tentang prinsip prinsip belajar
5 Hubungan Interpersonal. Yaitu prinsip belajar menurut psikologi yang berhubungan dengan hubungan baik antar sesama, baik itu siswa dengan siswa lain, siswa dengan lingkungan, dan siswa dengan guru. Belajar tentu membutuhkan kenyamanan dan hal tersebut akan didapatkan jika semuanya merasa nyaman dengan apa yang ada di lingkungan sekitarnya.
Memberikangambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari. 4 Pemberian Acuan 1. Memberikan beberapa pertanyaan terkait dengan Berdasarkan hasil pengamatan, rumuskanlah beberapa pertanyaan terkait konsep serta prinsip-prinsip menggambar model dalam diskusi kelompok kalian! 3. Mengumpulkan dan
Sepertiyang tercantum dalam permendikbud RI No. 146 tahun 2014 tentang kurikulum 2013 PAUD yang memberikan panduan untuk menciptakan permainan bagi anak, prinsip yang digunakan dalam proses pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini yaitu 'belajar sambil bermain' anak dibawah usia 6 tahun berada pada masa bermain, memberikan stimulus pendidikan dengan cara yang benar melalu bermain dan dapat memberikan pembelajaran yang bermakna pada anak.
Prinsipprinsip belajar mencakup: A. Motivasi. Hadiah dapat mendorong (memotivasi) untuk berusaha lebih giat. Namun, di samping hadiah, ada hal-hal lain yang dapat mendorong belajar antara lain: Ingin mendapatkan pujian. Ingin melebihi teman-temannya. Tahu pentingnya pelajaran untuk dirinya sendiri. Takut mendapat malu. Takut hukuman. B. Perhatian
Ou Faire Des Rencontres A Toulouse. Kumpulan Soal Pilgan Materi Prinsip Pembelajaran9. Tiga prinsip penting dalam proses pembelajaran menurut Bruce Weil, kecuali....a. Dalam proses pembelajaran harus menggunakan media pembelajaranb. Proses pembelajaran adalah membentuk kreasi lingkungan yang dapat membentuk dan mengubah struktur kognitif siswac. Berhubungan dengan tipe-tipe pengetahuan yang harus dipelajarid. Dalam proses pembelajaran harus melibatkan peran lingkungan sosialJawabana. Dalam proses pembelajaran harus menggunakan media pembelajaran10. Pembelajaran hendaknya bertemakan upaya untuk memenuhi kebutuhan dasar, terutama aspek afektif seperti emosi, perasaan, sikap, nilai dan moral. Merupakan salah satu prinsip dari pembelajaran ...a. Kognitifb. Humanistikc. Berbasis konstruktivismed. BehavioralJawabanb. Humanistik11. Model pembelajaran onlinedaring ini sudah diatur dalam Permendikbud no. 22 tahun 2016 tentang Standar Proses dengan prinsip sebagai berikut, kecuali A. Dari peserta didik diberi tahu menuju peserta didik mencari tahuB. Guru sebagai satu-satunya sumber belajarC. Dari pendekatan tekstual menuju proses sebagai penguatan penggunaan pendekatan ilmiahD. Dari pembelajaran verbalisme menuju keterampilan aplikatifJawabanB. Guru sebagai satu-satunya sumber belajar12. Berikut ini yang bukan termasuk prinsip pembelajaran yaitu . . .A. Dirancang dengan mempertimbangkan tingkat pencapaian peserta Dirancang dengan memepertimbangkan kompetensi Berorientasi pada masa depan yang berkelanjutanD. Mendukung perkembangan kogntif dan karakter pesertaJawabanB. Dirancang dengan memepertimbangkan kompetensi Berikut ini, manakah yang bukan merupakan bagian dari prinsip PAIKEM?A. mengalamiB. interkasiC. refleksiD. menanyaiJawabanD. menanyai14. Seorang manajer pembelajaran digital dituntut untuk mampu memutuskan kapan saatnya pembelajaran dilakukan secara langsung dan kapan secara tidak langsung. hal ini sesuai dengan prinsipA. MultimediaB. SynchronicityC. InteractivityD. PersonalizationJawabanB. Synchronicity15. Berikut merupakan beberapa faktor yang menyebabkan pengelolaan pembelajaran digital semakin penting, diantaranya kecualiA. Integrasi Teknologi Digital dalam PembelajaranB. Tren Pembelajaran Online MeningkatC. Cloud Computing semakin masifD. Perubahan Karakteristik Peserta DidikJawabanD. Perubahan Karakteristik Peserta Didik16. Berikut ini merupakan definisi prinsip pembelajaran menurut Atwi Suparman, yaituA. Sebuah cara untuk menanamkan konseptual pada anakB. Sebuah kebenaran dan cara yang diterima sebagai dasar pembelajaran yang menyeluruh dan terstrukturC. Sebuah cara yang dibuat oleh guru dalam proses belajarD. Sebuah kebenaran atau kepercayaan yang diterima sebagai dasar dalam berfikir atau bertindakJawabanD. Sebuah kebenaran atau kepercayaan yang diterima sebagai dasar dalam berfikir atau bertindak
13. Apa saja prinsip prinsip pembelajaran untuk anak usia dini?JawabanPrinsip-Prinsip Pembelajaran PAUD1. Bermain Sambil Belajar atau Belajar Seraya Bermain2. Berorientasi pada Kebutuhan Anak3. Stimulasi Terpadu4. Berorientasi pada Perkembangan Anak5. Lingkungan Kondusif6. Menggunakan Pendekatan Tematik7. Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan PAKEM8. Menggunakan Berbagai Media dan Sumber Belajar14. Apa dampaknya bila seorang guru tidak memahami prinsip belajar dan pembelajaran?Jawaban Dampak bagi peserta didik jika guru tidak menerapkan prinsip belajar sepanjang hayat adalah mereka akan beranggapan bahwa belajar tidak perlu. Mereka akan beranggapan bahwa belajar akan selesai ketika mereka lulus dari sekolah. Setelahnya, mereka tidak perlu mencari pengetahuan baru15. Apa saja prinsip-prinsip dalam penilaian pembelajaran terpadu?Jawaban Secara umum prinsip-prinsip pembelajaran terpadu dapat diklasifikasikan menjadi 1 prinsip penggalian tema, 2 prinsip pengelolaan pembelajaran, 3 prinsip evaluasi dan 4 prinsip reaksi16. Apa yang dimaksud dengan prinsip-prinsip belajar dan pembelajaran?Jawaban Prinsip belajar adalah landasan berpikir, landasan berpijak, dan sumber motivasi agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik antara pendidik dengan peserta didik. Prinsip ini dijadikan sebagai dasar dalam upaya pembelajaran, baik bagi siswa maupaun bagi guru dalam upaya mencapai hasil yang Prinsip-prinsip apa yang harus diperhatikan guru dalam memilih media pembelajaran?JawabanPrinsip-prinsip pemilihan media pembelajaran yang layak, yakni 1 media harus didasarkan pada tujuan pembelajaran dan bahan belajar yang akan disampaikan, 2 media harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik, 3 media harus disesuaikan dengan kemampuan guru18. Mengapa prinsip-prinsip pembelajaran dapat berimplikasi pada siswa?JawabanAlasan kenapa prinsip-prinsip belajar berimplikasi pada siswa dan guru Karena siswa merupakan objek sekaligus subjek utama dalam kegiatan proses pembelajaran. Para siswa akan berhasil dalam pembelajaran, jika mereka menyadari implikasi prinsip-prinsip Mengapa prinsip kontinuitas sangat diperlukan dalam pembelajaran?JawabanPrinsip kontinuitas ini diperlukan atas pemikiran bahwa pemberian materi pendidikan pada peserta didik tidak sekaligus, melainkan bertahap dan berproses seiring dengan kemampuan dan perkembangan psikofisik peserta didik. Oleh karena itu, proses evaluasi perlu mengikuti Mengapa prinsip efektifitas harus di terapkan sebagai salah satu prinsip pengembangan kurikulum?JawabanPrinsip efektivitas mengusahakan agar kegiatan pengembangan kurikulum mencapai tujuan tanpa adanya kegiatan yang mubazir, baik secara kualitas maupun kuantitas. Oleh karena itu, tujuan yang ingin dicapai dari pengembangan kurikulum harus jelas21. Sebutkan dan jelaskan apa saja prinsip-prinsip evaluasi pembelajaran?JawabanMemahami Prinsip dalam Evaluasi Pembelajaran1. Kontinuitas2. Komprehensif3. Kooperatif4. Objektif5. Praktis22. Apa arti prinsip terbuka dan menyeluruh?JawabanTerbuka/transparan, yakni prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan diketahui oleh pihak yang terkait. Menyeluruh, yakni meliputi berbagai aspek kompetensi yang akan Apa itu prinsip penilaian objektif?JawabanObjektif, berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas tanpa dipengaruhi oleh subjektivitas penilai
Hello Sobat Apa kabar? Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul terkait teori belajar kognitif. Bagi kamu yang masih awam, teori belajar kognitif adalah teori yang mengajarkan tentang bagaimana manusia memperoleh pengetahuan, memproses informasi, dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis serta kreatif. Yuk, simak artikel ini sampai selesai! Apa itu Teori Belajar Kognitif? Teori belajar kognitif cognitive learning theory adalah teori yang mengajarkan bahwa proses belajar melibatkan kognisi atau proses mental yang kompleks, seperti persepsi, perhatian, ingatan, dan pemecahan masalah. Teori ini dikembangkan oleh para ahli psikologi, seperti Jean Piaget dan Lev Vygotsky, yang mempelajari bagaimana anak-anak belajar dan berkembang. Apa Saja Prinsip-Prinsip Teori Belajar Kognitif? Prinsip-prinsip teori belajar kognitif adalah sebagai berikut Proses belajar melibatkan kognisi atau proses mental yang kompleks. Belajar terjadi melalui pengalaman dan refleksi. Pengetahuan baru dikaitkan dengan pengetahuan yang sudah ada dalam memori. Proses belajar terjadi melalui interaksi sosial dan kolaborasi. Bagaimana Teori Belajar Kognitif Berbeda dengan Teori Belajar Behavioris? Teori belajar behavioris behavioral learning theory mengajarkan bahwa proses belajar melibatkan respons atau tindakan yang terlihat, seperti penguatan dan hukuman. Sementara itu, teori belajar kognitif mengajarkan bahwa proses belajar melibatkan kognisi atau proses mental yang kompleks, seperti persepsi, perhatian, ingatan, dan pemecahan masalah. Bagaimana Teori Belajar Kognitif Diterapkan dalam Pembelajaran? Teori belajar kognitif dapat diterapkan dalam pembelajaran dengan cara sebagai berikut Membuat lingkungan belajar yang memfasilitasi proses kognitif, seperti memperhatikan kebutuhan individu, memberikan umpan balik yang konstruktif, dan memberikan kesempatan untuk berinteraksi dan berkolaborasi. Menerapkan strategi pembelajaran yang menekankan pada proses mental, seperti merumuskan tujuan belajar, mengajarkan teknik memori, dan menggunakan metode pemecahan masalah. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif dengan memberikan tantangan yang sesuai dengan kemampuan dan minat individu. Apa Saja Jenis-Jenis Belajar dalam Teori Belajar Kognitif? Jenis-jenis belajar dalam teori belajar kognitif adalah sebagai berikut Belajar melalui pengalaman langsung atau trial and error learning. Belajar melalui pengamatan atau observational learning. Belajar melalui pengolahan informasi atau information processing learning. Belajar melalui pengalaman sosial atau social learning. Bagaimana Teori Belajar Kognitif Mempengaruhi Pengembangan Sumber Daya Manusia? Teori belajar kognitif mempengaruhi pengembangan sumber daya manusia dengan cara sebagai berikut Memberikan pemahaman tentang bagaimana manusia belajar dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis serta kreatif. Merumuskan strategi pembelajaran yang efektif dan efisien. Mengembangkan kurikulum dan metode evaluasi yang sesuai dengan kebutuhan individu dan organisasi. Bagaimana Peran Guru dalam Penerapan Teori Belajar Kognitif? Peran guru dalam penerapan teori belajar kognitif adalah sebagai fasilitator atau pembimbing dalam proses belajar, bukan sebagai pengajar yang hanya memberikan informasi. Guru harus memahami kebutuhan individu, memberikan umpan balik yang konstruktif, dan membuat lingkungan belajar yang memfasilitasi proses kognitif. Bagaimana Peran Teknologi dalam Penerapan Teori Belajar Kognitif? Peran teknologi dalam penerapan teori belajar kognitif adalah sebagai media atau alat yang memfasilitasi proses belajar, bukan sebagai pengganti guru atau interaksi sosial. Teknologi dapat digunakan untuk memperkaya pengalaman belajar, memberikan umpan balik yang cepat, dan memfasilitasi kolaborasi. Apa Saja Strategi Pembelajaran yang Sesuai dengan Teori Belajar Kognitif? Strategi pembelajaran yang sesuai dengan teori belajar kognitif adalah sebagai berikut Merumuskan tujuan belajar yang spesifik dan terukur. Mengajarkan teknik memorisasi dan pengolahan informasi. Memberikan kesempatan untuk berinteraksi dan berkolaborasi. Menggunakan metode pemecahan masalah dan berpikir kreatif. Bagaimana Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif dalam Teori Belajar Kognitif? Mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif dalam teori belajar kognitif dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut Memberikan tantangan atau masalah yang menantang dan sesuai dengan kemampuan dan minat individu. Memberikan umpan balik yang konstruktif dan mendukung perkembangan kemampuan berpikir kritis serta kreatif. Menggunakan metode pemecahan masalah dan berpikir kreatif dalam proses pembelajaran. Bagaimana Teori Belajar Kognitif Memengaruhi Pengembangan Kecerdasan Buatan? Teori belajar kognitif memengaruhi pengembangan kecerdasan buatan dengan cara sebagai berikut Memberikan pemahaman tentang bagaimana manusia memproses informasi dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis serta kreatif. Merumuskan strategi pengembangan kecerdasan buatan yang efektif dan efisien. Mengembangkan algoritma dan model yang sesuai dengan proses kognitif manusia. Bagaimana Teori Belajar Kognitif Dapat Diterapkan dalam Kehidupan Sehari-Hari? Teori belajar kognitif dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan cara sebagai berikut Menjaga kesehatan otak dengan cara berolahraga dan mengonsumsi makanan yang sehat. Meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif dengan membaca, menulis, dan berdiskusi. Menggunakan teknologi dengan bijak dan memperkaya pengalaman belajar dengan media yang bermanfaat. Apa Saja Keuntungan Menggunakan Teori Belajar Kognitif dalam Pembelajaran? Keuntungan menggunakan teori belajar kognitif dalam pembelajaran adalah sebagai berikut Meningkatkan kualitas pembelajaran dengan merumuskan strategi pembelajaran yang efektif dan efisien. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis serta kreatif dengan memberikan tantangan yang sesuai dengan kemampuan dan minat individu. Meningkatkan motivasi belajar dengan membuat lingkungan belajar yang memfasilitasi proses kognitif. Apa Saja Tantangan dalam Penerapan Teori Belajar Kognitif? Tantangan dalam penerapan teori belajar kognitif adalah sebagai berikut Memahami kebutuhan individu dan membuat lingkungan belajar yang memfasilitasi proses kognitif. Menerapkan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan individu dan sumber daya yang memadai untuk mendukung pembelajaran.
Pertanyaan Tentang Belajar Dan Pembelajaran – A. Prinsip pendidikan adalah perubahan pendidikan antara guru dan siswa sehingga mereka dapat mengubah melalui belajar mengajar apa yang terjadi sepanjang waktu dan berharap siswa akan dapat mengatasi masalah ini sendiri. dari pemikiran atau pengetahuan yang diterimanya. Gestalt B. Prinsip pendidikan adalah membuka komunikasi antara guru dan siswa sehingga siswa dapat mendorong pembelajaran yang bermanfaat bagi dirinya sendiri Contoh dan tindakan dari guru melalui cara-cara yang disukai siswa. Robert H Davies C. Prinsip pendidikan adalah perubahan tingkah laku yang menurutnya belajar memiliki ciri-ciri sebagai berikut kredit, sebagai perubahan pengetahuan Kesinambungan atau kesinambungan dengan tingkah laku lainnya Fungsional atau berguna sebagai penunjang kehidupan Baik atau kumulatif . Tindakan atau transaksi yang direncanakan dan dilakukan Teratur atau tetap Bertujuan dan terarah Melibatkan seluruh daya manusia Agus Supriyono A. Prinsip pembelajaran menurut Ngalim Purwanto Dalam pendidikan setiap siswa harus ada partisipasi, minat dan fokus untuk mencapai tujuan pengajaran. Pendidikan bersifat menyeluruh dan isinya harus memiliki struktur, penyajian yang sederhana, sehingga siswa dapat memahami maknanya dengan mudah. Pendidikan harus mendorong peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan. Belajar adalah proses yang berkesinambungan, harus dilakukan secara bertahap sesuai dengan pertumbuhannya. Pendidikan harus memiliki ruang yang cukup bagi anak untuk belajar dengan baik. Pendidikan memerlukan interaksi antara anak dengan lingkungannya. B. Prinsip pendidikan menurut Rothwal A Prinsip Persiapan Prinsip Pembelajaran Prinsip Tujuan Prinsip Perbedaan Individu Prinsip Prestasi Prinsip Evaluasi Akademik Jurnal Refleksi 3. Secara umum prinsip-prinsip pendidikan berkaitan dengan Minat dan Motivasi Tindakan Partisipasi atau kejadian nyata Pengulangan Tantangan Umpan balik dan dorongan Law of Action Individu. Menulis dan sebagainya. Saat ini, untuk membuka siswa dalam belajar, guru dapat melakukannya, menggunakan berbagai jenis media dan pembelajaran cepat, memberikan kerja individu dan kelompok, mengulang bahan ajar atau membaca dll. C. Keterlibatan langsung atau Pengalaman yaitu terlibat dalam prinsip keterlibatan langsung guru dan melakukan pembelajaran individual dengan kelompok kecil, menggunakan media yang dapat digunakan langsung oleh siswa, memberikan kegiatan penggunaan gerak psikomotorik, termasuk siswa mendapatkan informasi dari sumber. D. Pengulangan Perilaku guru karena prinsip pengulangan adalah membuat tugas yang berulang-ulang, misalnya mengerjakan soal-soal rutin, melakukan pengulangan lagi, membuat ulang alat. Hasil dari prinsip pengulangan bagi siswa adalah pengetahuan mereka untuk siap melakukan latihan secara berulang-ulang untuk menyelesaikan soal, dengan pengetahuan ini diharapkan siswa tidak bosan untuk mengulang. E. Persaingan Ciri-ciri guru akibat proses persaingan antara lain membuat dan melaksanakan tugas percobaan, memberikan tugas untuk memecahkan masalah yang membutuhkan pengetahuan dari orang lain. Prinsip persaingan dalam pendidikan didasarkan pada teori Davies dalam Dimyati. Jika siswa diberi tanggung jawab untuk belajar mereka sendiri, maka mereka termotivasi untuk belajar. Guru akan belajar dan mengingat lebih baik. Hal ini menunjukkan bahwa siswa selalu mengalami kesulitan untuk menerima, mengolah dan meningkatkan semua bahasa yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Contoh perilaku siswa yang mempengaruhi konsep kompetisi antara lain tes, bekerja mandiri atau mencoba memecahkan masalah dan lain sebagainya. F. Perbedaan manusia Hasil prinsip perbedaan individu bagi guru dapat dilihat pada perilaku, serta pemilihan mata pelajaran mengingat karakteristik dan pengalaman pribadi yang berbeda dari mereka. Merancang penggunaan media untuk menilai proses belajar setiap siswa. Jika hal tersebut menjadi tujuan guru, maka tujuan pendidikan dapat tercapai. Hasil dari adanya prinsip perbedaan individu bagi siswa adalah untuk menentukan tempat duduk di dalam kelas, merencanakan waktu belajar dan sebagainya. Pertanyaan tentang desain pembelajaran, pertanyaan tentang pendekatan pembelajaran, contoh pertanyaan tentang pembelajaran online, pertanyaan tentang kurikulum pembelajaran, pertanyaan tentang model pembelajaran langsung, contoh pertanyaan tentang metode pembelajaran, pertanyaan tentang strategi pembelajaran, pertanyaan tentang strategi pembelajaran berbasis masalah, pertanyaan tentang media pembelajaran audio, pertanyaan tentang media pembelajaran, pertanyaan tentang pembelajaran online, pertanyaan tentang metode pembelajaran
Konsep Dasar Belajar dan Pembelajaran Teori dan Pembahasannya. Dalam pelaksanaan proses belajar dan pembelajaran terdapat prinsip-prinsip yang harus diperhatikan. Prinsip itu sendiri artinya adalah kebenaran yg menjadi pokok dasar berpikir, bertindak, dsb atau dapat juga diartikan sebagai dasar. Sehingga prinsip-prinsip pembelajaran dapat diartikan sebagai dasar-dasar kebenaran dari suatau proses belajar yang harus diikuti dan juga landasan. Seperti sudah dijelaskan sebelumnya bahwa belajar adalah proses perubahan tingkah laku yang diakibatkan oleh suatu interaksi. Interaksi tersebut selanjutnya disebut dengan aktifitas dalam belajar. Aktifitas ini yang disebut dengan pembelajaran. Untuk lebih memahamai tentang belajar dan pembelajaran silahkan baca potingan di berikut ini. Sementara prinsip pembelajaran menurut Larsen dan Freeman 1986dalam Supani dkk. 1997/1998 adalahrepresentthe theoretical framework of the pembelajaran adalahkerangka teoretis sebuah metode pembelajaran. Kerangka teoretis adalahteori-teori yang mengarahkan harus bagaimana sebuah metode dilihat dari segi 1bahan yang akan dibelajarkan, 2 prosedur pembelajaran bagaimana siswa belajardan bagaimana guru mengajarkan bahan, 3 gurunya, dan 4 siswanya. Prinsip-prinsip belajar yang relatifberlaku umum berkaitan dengan perhatian dan motivasi, keaktifan, keterlibatanlangsung/berpengalaman, pengulangan, tantangan, balikan dan penguatan, sertaperbedaan Rusman 2015 Prinsip Belajar yaitu; 7 Prinsip-Prinsip Belajar Daftar Isi1 1 Perhatian dan motivasi2 2. Keaktifan3 3. Keterlibatanlangsung/berpengalaman4 4. Pengulangan5 5. Tantangan6 6. Balikan danpenguatan7 7. Perbedaanindividu 1 Perhatian dan motivasi Perhatian mempunyai peranan pentingdalam kegiatan belajar. Perhatian terhadap pelajaran akan timbul pada siswaapabila bahan pelajaran itu dirasakan sebagai sesuatu yang dibutuhkan,diperlukan untuk belajar lebih lanjut atau diperlukan dalam kehidupansehari-hari, akan membangkitkan motivasi untuk mempelajarinya. Motivasi adalahtenaga yang digunakan untuk menggerakkan dan mengarahkan aktivitas Petri, “motivation is the concept we use when we describe the forceaction on or within an organism to initiate and direct behavior”. Motivasi datamerupakan tujuan pembelajaran. Sebagai alat, motivasi merupakan salah satufaktor seperti halnya intelegensi dan hasil belajar sebelumnya yang dapatmenentukan keberhasilan belajar siswa dalam bidang pengetahuan, nilai-nilai danketerampilan. Motivasi erat kaitannya yang memiliki minat terhadap sesuatu bidang studi tertentucenderung tertarik perhatiannya dan dengan demikian timbul motivasinya untukmempelajari bidang studi tersebut. Motivasi juga dipengaruhi oleh nilai-nilaiyang di anggap penting dalam kehidupan. Nilai-nilai tersebut mengubah tingkahlaku dan dapat bersifat internal, artinya datang daridirinya sendiri, dapat juga bersifat eksternal yakni datang dari orang dibedakan menjadi dua a Motifintrinsik. Motif intrinsik adalah tenagapendorong yang sesuai dengan perbuatan yang dilakukan. Sebagai contoh, seorangsiswa dengan sungguh-sungguh mempelajari mata pelajaran di sekolah karena inginmemiliki pengetahuan yang dipelajarinya. b Motifekstrinsik. Motif ekstrinsik adalah tenagapendorong yang ada diluar perbuatan yang dilakukannya tetapi menjadi siswa belajar dengan sungguh-sungguh bukan dikarenakan ingin memilikipengetahuan yang dipelajarinya tetapi didorong oleh keinginan naik kelas ataumendapatkan ijazah. Keinginan naik kelas atau mendapatkan ijazah adalahpenyerta dari keberhasilan belajar. Motif ekstrinsik dapat berubah menjadimotif intrinsik yang disebut “transformasi motif”. Sebagai contoh, seseorangbelajar di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan LPTK karena menurutikeinginan orang tuanya yang menginginkan anaknya menjadi seorang motifnya adalah ekstrinsik, yaitu untuk menyenangkan hati orangtuanya,tetapi setelah belajar beberapa lama di LPTK ia menyenangipelajaran-pelajaran yang digelutinya dan senang belajar untuk menjadi motif pada siswa itu semula ekstrinsik menjadi intrinsik. 2. Keaktifan Belajartidak dapat dipaksakan oleh orang lain dan juga tidak dapat dilimpahkan kepadaorang lain. Belajar hanya mungkin terjadi apabila anak aktif mengalaminyasendiri. John Dewey mengemukakan bahwa belajar adalah menyangkut apa yang harusdikerjakan siswa untuk dirinya sendiri, maka inisiatif harus sekedar pembimbing dan teori kognitif,belajar menunjukkan adanya jiwa yang sangat aktif, jiwa mengolah informasi,tidak sekedar menyimpannya saja tanpa mengadakan transformasi. Menurut teoriini anak memiliki sifat aktif, konstruktif dan mampu merencanakan proses balajar mengajar anak mampu mengidantifikasi, merumuskan masalah,mencari dan menemukan fakta, menganalisis, menafsirkan dan menarik kesimpulan. Dalam setiapproses belajar siswa selalu menampakkan keaktifan. Keaktifan itu dapat berupakegiatan fisik dan kegiatan psikis. Kegiatan fisik bisa berupa membaca,mendengar, menulis, berlatih keterampilan-keterampilan, dan kegiatan psikis misalnya menggunakan khasanah pengetahuan yangdimiliki dalam memecahkan masalah yang dihadapi, membandingkan satu konsepdengan yang lain, menyimpulkan hasil percobaan dan kegiatan psikis yang lain. 3. Keterlibatanlangsung/berpengalaman Menurut Edgar Dale, dalampenggolongan pengalaman belajar yang dituangkan dalam kerucut pengalamannya,mengemukakan bahwa belajar yang paling baik adalah belajar dari pengalamanlangsung. Belajar secara langsung dalam hal ini tidak sekedar mengamati secaralangsung melainkan harus menghayati, terlibat langsung dalam perbuatan, danbertanggung jawab terhadap hasilnya. Belajar harus dilakukan siswa secaraaktif, baik individual maupun kelompok dengan cara memecahkan masalah problemsolving. Guru bertindak sebagai pembimbing dan fasilitator. Keterlibatan siswadi dalam belajar tidak hanya keterlibatan fisik semata, tetapi jugaketerlibatan emosional, keterlibatan dengan kegiatan kognitif dalam pencapaianperolehan pengetahuan, dalam penghayatan dan internalisasi nilai-nilai dalampembentukan sikap dan nilai, dan juga pada saat mengadakan latihan-latihandalam pembentukan keterampilan. 4. Pengulangan Menurut teori psikologi daya,belajar adalah melatih daya-daya yang ada pada manusia yang terdiri atasmengamat, menanggap, mengingat, mengkhayal, merasakan, berpikir, dansebagainya. Dengan mengadakan pengulangan maka daya-daya tersebut akanberkembang. Berangkat dari salah satu hukum belajarnya “law of exercise”,Thorndike mengemukakan bahwa belajar ialah pembentukan hubungan antara stimulusdan respons, dan pengulangan terhadap pengamatan-pengamatan itu memperbesarpeluang timbulnya respons benar. Pada teori psikologi Conditioning,respons akan timbul bukan karena oleh stimulus saja tetapi oleh stimulus yangdi kondisikan, misalnya siswa berbaris masuk ke kelas, mobil berhenti pada saatlampu teori tersebut menekankan pentingnya prinsip pengulangandalam belajar walaupun dengan tujuan yang berbeda. Walaupun kita tidak dapatmenerima bahwa belajar adalah pengulangan seperti yang dikemukakan ketiga teoritersebut, karena tidak dapat dipakai untuk menerangkan semua bentuk belajar,namun prinsip pengulangan masih relevan sebagai dasar pembelajaran. 5. Tantangan Teori Medan Field Theory dari KurtLewin mengemukakan bahwa siswa dalam situasi belajar berada dalam suatu medanatau lapangan psikologis. Dalam situasi siswa menghadapi suatu tujuan yangingin dicapai, tetapi selalu terdapat hambatan yaitu mempelajari bahan belajar,maka timbullah motif untuk mengatasi hambatan itu yaitu dengan mempelajaribahan belajar yang dihadapi dalam bahan belajar membuatsiswa bergairah untuk mengatasinya. Bahan belajar yang baru, yang banyakmengandung masalah yang perlu dipecahkan membuat siswa tertantang untukmempelajarinya. Penggunaan metode eksperimen,inkuiri, diskoveri juga memberikan tantangan bagi siswa untuk belajar secaralebih giat dan sungguh-sungguh. Penguatan positif maupun negatif juga akanmenantang siswa dan menimbulkan motif untuk memperoleh ganjaran atau terhindardari hukum yang tidak menyenangkan. 6. Balikan danpenguatan Prinsip belajar yang berkaitandengan balikan dan penguatan terutama ditekankan oleh teori belajar OperantConditioning dari Skinner. Kalau pada teori conditioning yang diberikondisi adalah stimulusnya, maka pada operant conditioning yang diperkuatadalah responnya. Kunci dari teori belajar ini adalah law of belajar sungguh-sungguh dan mendapatkan nilai yang baik dalamulangan. Nilai yang baik itu mendorong anak untuk belajar lebih giat yang baik dapat merupakan operant conditioning atau penguatan anak yang mendapat nilai yang jelek pada waktu ulangan akan merasatakut tidak naik kelas. Hal ini juga bisa mendorong anak untuk belajar lebihgiat. Inilah yang disebut penguatan negatif atau escape conditioning. Formatsajian berupa tanya jawab, diskusi, eksperimen, metode penemuan dan sebagainyamerupakan cara belajar-mengajar yang memungkinkan terjadinya balikan danpenguatan. 7. Perbedaanindividu Siswa merupakan individual yangunik, artinya tidak ada dua orang siswa yang sama persis, tiap siswa memilikiperbedaan satu dengan yang lainnya. Perbedaan belajar ini berpengaruh pada caradan hasil belajar siswa. Sistem pendidikan klasikal yang dilakukan di sekolahkita kurang memperhatikan masalah perbedaan individual, umumnya pelaksanaanpembelajaran di kelas dengan melihat siswa sebagai individu dengan kemampuanrata-rata, kebiasaan yang kurang lebih sama, demikian pula klasikal yangmengabaikan perbedaan individual dapat diperbaiki dengan beberapa cara,misalnya Penggunaan metode atau strategibelajar-mengajar yang bervariasi Penggunaan metodeinstruksional Memberikan tambahan pelajaran ataupengayaan pelajaran bagi siswa pandai dan memberikan bimbingan belajar bagianak-anak yang kurang Dalam memberikan tugas, hendaknyadisesuaikan dengan minat dan kemampuan siswa Implikasi Prinsip-Prinsip Belajarbagi Siswa dab Guru adalah sebagai berikut ImplikasiPrinsip Belajar BagiSiswa BagiGuru Perhatiandan Motivasi Dituntutmemberikan perhatian terhadap semua rangsangan yang mengarah pada tercapainyatujuan belajar. Mengunakanmetode yang bervariasi… Memilih bahan ajar yang diminati siswa.. Keaktifan Dituntutdapat memproses dan mengolah hasil belajarnya secara efektif serta aktif baiksecara fisik, intelektual dan emosional. Memberikankesempatan pada siswa untuk melakukan eksperimen sendiri Keterlibatanlangsung/ Pengalaman Dituntutagar siswa me-ngerjakan sendiri tugas yang diberikan guru kepada mereka. Melibatkansiswa dalam mencari informasi, merang-kum informasi dan menyim-pulkaninformasi. Pengulangan Kesadaransiswa dalam me-ngerjakan latihan-latihan yang berulang-ulang Merancanghal-hal yang perlu di ulang. Tantangan Diberikansuatu tanggungja-wab untuk mempelajari sendiri dengan melakukan ekspe-rimen,belajar mandiri dan mencari pemecahan sendiri dalam menghadapi perma-salahan. Memberikantugas pada siswa dalam memecahan permasa-lahan. Balikandan penguatan Mencocokanjawaban antara siswa dengan guru Memberikanjawaban yang benar dan memberikan kesimpulan dari materi yang telahdijelaskan atau di bahas. PerbedaanIndividual Belajarmenurut tempo kecepa-tan masing-masing siswa Menentukanmetode sehingga dapat melayani seluruh siswa Asas-Asas Belajar Asas-Asas Pembelajaran Pada bagian ini diuraikan 14 asaspembelajaran yang dapat digunakan sebagai dasar untuk pengembangkan programpembelajaran inovatif. Keempat belas asas tersebut adalah Lima prinsip dasar dalampemenuhan hak anak a non-diskriminasi, b kepentingan terbaik bagi anak bestinterests of the child, c hak untuk hidup dan berkembang right tolife, continuity of life and todevelop, d hak atas perlindunganright to protection, e penghargaan terhadap pendapat anak respectfor the opinions ofchildren. Belajar bukanlah konsekuensiotomatis dari penuangan informasi ke dalam benak siswa. Belajar memerlukan keterlibatanmental dan kerja siswa sendiri. Yang bisamembuahkan hasil belajar yang langgeng hanyalah kegiatan belajar aktif. Untukbisa mempelajari sesuatu dengan baik, kita perlu mendengar, melihat, mengajukanpertanyaan, dan membahasnya dengan orang lain. Aktivitaspembelajaran pada diri siswa bercirikan a yang saya dengar, saya lupa; byang saya dengar dan lihat, saya sedikit ingat; c yang saya dengar, lihat,dan pertanyakan atau diskusikan dengan orang lain, saya mulai pahami; d yangsaya dengar, lihat, bahas, dan terapkan, saya dapatkan pengetahuan danketerampilan; dan e yang saya ajarkan kepada orang lain, saya kuasai. John Holt1967 proses belajar akan meningkat jika siswa diminta untuk melakukanhal-hal a mengemukakan kembali informasi dengan kata-kata sendiri, bmemberikan contoh, c mengenalinya dalam bermacam bentuk dan situasi, dmelihat kaitan antara informasi itu dengan fakta atau gagasan lain, emenggunakannya dengan beragam cara, f memprediksikan sejumlah konsekuensinya,g menyebuitkan lawan atau kebalikannya. Ada9 konteks yang melingkupi siswa dalam belajar a tujuan, b isi materi, c sumberbelajar sumber belajar bagaimanakah yang dapat dimanfaatkan, d target siswasiapa yang akan belajar, e guru, f strategi pembelajaran, g hasil bagaimanahasil pembelajaran akan diukur, h kematangan apakah siswa telah siap denganhadirnya sebuah konsep atau pengetahuan, i lingkungan dalam lingkungan yangbagaimana siswa belajar. Katakunci pembelajaran agar bermakna a real-world learning, b mengutamakanpengalaman nyata, c berpikir tingkat tinggi, d berpusat pada siswa, esiswa aktif, kritis, dan kreatif, f pengetahuan bermakna dalam kehidupan, gdekat dengan kehidupan nyata, h perubahan perilaku, i siswa praktik, bukanmenghafal, j learning, bukan teaching, k pendidikan bukan pengajaran, lpembentukan manusia, m memecahkan masalah, n siswa acting, gurumengarahkan, o hasil belajar diukur dengan berbagai cara bukan hanya dengantes. Pembelajaranyang memperhatikan dimensi auditori dan visual, pesan yang diberikan akanmenjadi lebih kuat. Otaktidak sekadar menerima informasi, tetapi juga mengolahnya melalui membahasinformasi dengan orang lain dan juga mengajukan pertanyaan tentang hal yangdibahas. Otakkita perlu mengaitkan antara apa yang diajarkan kepada kita dengan apa yangtelah kita ketahui dan dengan cara kita berpikir. Prosesbelajar harus mengakomodasi tipe-tipe belajar siswa auditori, visual,kinestetik Resiprositaskebutuhan mendalam manusia untuk merespon orang lain dan untuk bekerja samamerupakan sumber motivasi yang bisa dimanfaatkan untuk menstimulasi kegiatanbelajar.
pertanyaan tentang prinsip prinsip belajar